Yang Sudah Ya Sudah

“Apa kuncinya agar bisa melupakan mantan?” Suatu kali, seorang teman yang usianya lebih muda bertanya ke saya.

“Melupakan mantan?” Saya menegaskan maksud pertanyaannya.

Ia mengangguk.

Saya menggeleng. “Kalau itu, saya enggak tahu,” jawab saya.

Teman saya memiringkan kepalanya.

“Tapi, saya tahu caranya gimana agar kita tetap baik-baik saja meski teringat masa lalu. Termasuk teringat mantan beserta segala kenangan yang menyertainya.”

Ekspresi muka teman saya tiba-tiba berubah. “Nah, apa itu?”

“Perkuat kesadaranmu, sehingga kamu bisa sadar benar bahwa yang lalu sudah berlalu.”

Teringat salah satu nasihat yang diberikan kepada saya. “Banyak orang yang berusaha melupakan masa lalunya, tetapi tak sadar bahwa: Berupaya dengan sengaja melupakan sesuatu itu tak akan bisa. Termasuk upaya yang sia-sia. Lagipula, semakin berusaha melupakan, malah semakin ingat. Kesadaran diri yang lemah selalu sibuk dengan perasaan yang penuh sesal akan masa lalu, dan takut akan masa depan. Dirinya tak pernah benar-benar hidup di sini-kini. Perkuat kesadaran dengan sadari tarikan dan embusan napas…”

Iya, kita akan dihantui masa lalu. Namun, diri yang sadar penuh hadir utuh di sini-kini, tak akan merasa takut. Menyadari yang lalu memang sudah berlalu adalah cara agar kita tak terjerat sesal. Yang sudah ya sudah.

Posted on June 28th, 2019