Tidak Benar-benar Tahu Tentang Dia

Teringat akan sebuah kisah kuno, tentang sang guru dan muridnya. Si murid terkenal akan kepintarannya. Dia ingin mempelajari tentang kehidupan dari sang guru yang bijaksana. Sang guru menyambut si murid dengan menyajikan teh. Sang guru menuangkan teh dari teko ke dalam cangkir si murid. Namun sang guru terus menuang teh walaupun cangkir si murid sudah penuh.

Si murid yang melihat teh tumpah, meluber dari cangkirnya pun tak bisa menahan diri untuk berkomentar. “Guru, cangkir itu sudah penuh. Tidak bisa menampung air lagi. Sudah terlalu penuh.”

Sang guru dengan tenang menurunkan teko dan menyodorkan cangkir teh ke muridnya sambil berkata. “Kau seperti cangkir ini. Penuh. Kau penuh dengan ilmu dan asumsi. Kau penuh dengan hal-hal yang kau anggap paling benar.”

Sang guru melanjutkan “Seperti cangkir ini, kau tak lagi bisa menerima ilmu yang masuk, termasuk ilmu kehidupan yang ingin kau pelajari dariku. Kecuali jika kau berkenan dan bersedia untuk mengosongkan cangkirmu.”

Dari kisah tersebut, saya mendapatkan sebuah pelajaran soal cinta.

Bahwa manusia tersusun atas ruang-ruang dalam pikirannya. Kalau ruang-ruang itu dirasa sudah terisi penuh dengan asumsi, prasangka, dan ke-soktahu-anmu mengenai pasanganmu, atau kamu merasa sudah paling tahu tentang sifat dan karakter dia, maka kamu jadi manusia yang begitu kaku.

Tak lagi bisa menerima perubahan, padahal tak ada seorang pun yang tak berubah seiring berjalannya waktu. Tak lagi bisa nyaman dengan sifatnya yang baru kamu ketahui setelah sekian lama menjalin hubungan. Kekakuan ini bakal memicu terjadinya pertengkaran.

Oleh karena itu, kamu perlu mengosongkan ruang-ruang tersebut. Agar perubahan mengenai dia bisa masuk, sesuatu yang baru tentang dia juga tak bergegas kamu tolak.

Tetaplah merasa tidak benar-benar tahu tentang dia. Merasa bodoh soal dia. Walaupun sudah sekian lama mengenalnya, belajarlah sadar bahwa masih banyak yang belum kamu kenal mengenai dirinya.

Kalau soal cinta, merasa sudah pintar perihal cinta justru adalah awal dari kebodohan di depan cinta.

Posted on July 4th, 2019