Terlahir Berbekal Cinta

Kalau di tengah hati yang sedang patah, kita lebih memilih untuk berpihak pada kebencian, pada akhirnya kita hanya akan melakukan hal yang merugikan, baik merugikan orang lain maupun merugikan diri sendiri. Hati saya sangat tersentuh oleh kutipan begitu indah dari Rumi, “We are born of love. Love is our mother.”

Iya. Setiap manusia sebenarnya punya bakat lebih besar untuk mencintai, daripada menyakiti. Punya hati yang lebih tergerak untuk berbuat kebaikan, daripada kejahatan.

Ketika hati patah dan mau menyerah, bakat mencintai dan kebaikan hati inilah yang sebenarnya mampu memulihkan. Namun karena takut menerima patah, juga khawatir akan apa yang terjadi setelahnya, sehingga tanpa disadari, reaksi yang muncul malah penolakan terhadap rasa sakitnya. Bisa berupa menyakiti atau berbuat jahat kepada orang lain juga diri sendiri.

Kita punya energi cinta. Tergantung pada kita. Pada kesadaran kita. Kalau kita memilih berada di sisi cinta, langkah berikutnya akan memulihkan luka. Belum tentu yang terjadi selalu sesuai keinginan, namun setidaknya kita lebih bisa ikhlas menerima kenyataan.

Sebagai manusia, kita terlahir berbekal cinta. Tapi bagaimana bila ada yang menghakimi dirinya sendiri sebagai orang jahat? Kemungkinan-kemungkinan yang dia lihat hanyalah menyakiti dan berbuat jahat.

Padahal ada banyak kemungkinan untuk mencintai dan berbuat baik. Tergantung pada kesadaran diri kita sendiri. Setiap langkah memang selalu sllih berganti, antara senang-sedih, gembira-kecewa, tawa-air mata. Namun menurut saya, alangkah indahnya bila kita selalu memilih berada di pihak cinta.

Termasuk di setiap momen, kita sebisa mungkin memilih untuk mencintai daripada menyakiti. Berpihak pada kebaikan daripada kejahatan. Kalau perihal setelah patah hati, mau terus bersama atau putus berpisah itu pilihan masing-masing orang. Tapi saran saya, apapun pilihan yang diambil, pilihlah memaafkan daripada memendam kemarahan.

Karena pilihan memafkan adalah pilihan yang berlandaskan kesadaran diri bahwa kita, manusia terlahir berbekal cinta. Dan pilihan memaafkan itu memulihkan, juga menyelamatkan jiwa.

Posted on October 3rd, 2019