Sebuah Pengingat Buat Kamu yang Sering Overthinking

Ketika kita membaca tulisan ini, berarti ada tulisan yang kita baca dan ada kita yang membaca tulisan. Ketika kita bisa membaca tulisan ini juga merupakan tanda bahwa kita bukanlah tulisan. Kita tidak menyatu dengan tulisan. Kita adalah pihak yang berbeda dan terpisah dengan tulisan.

Sebatas yang saya tahu, begitu pula ketika kita merasa kok pikiran kita ramai sekali. Berarti ada pikiran yang kita rasakan atau buah pikiran yang kita sadari, dan ada dimensi yang jauh lebih dalam dari pikiran itu, yaitu kesadaran kita yang menyadari pikiran.

Ketika kita bisa menyadari pikiran kita … Misal menyadari memori, kenangan, ingatan masa lalu yang sudah terjadi, atau menyadari imajinasi, impian, bayangan masa depan yang belum terjadi … berarti ini juga merupakan tanda bahwa kita bukanlah segala bentuk pikiran itu. Kita tidak menyatu dengan pikiran itu. Kita adalah pihak yang berbeda dan terpisah dengan pikiran itu.

Sebatas yang saya tahu, sebenar-benarnya kita adalah kesadaran yang menyadari pikiran itu. Ada berbagai macam istilah untuk menyebut kesadaran itu. Apapun itu, ketika overthinking, ketika kita dibuat kewalahan oleh pikiran juga perasaan kita sendiri, kita perlu ingat: “Kita bukanlah pikiran dan perasaan itu. Kita adalah yang menyadarinya. Kita bisa melatih diri hanya mengamatinya. Sehingga seriuh apapun, sebenarnya kita tidak akan bisa terganggu oleh pikiran dan perasaan kita sendiri.”

Semoga kita semua bisa menerima kenyataan seapaadanya.

131