Rasa Marah dan Mengekspresikan Rasa Marah

Saat kita mengekspresikan rasa marah, saya selalu percaya sesungguhnya pilihan bagaimana kita mengekspresikannya kendali sepenuhnya di diri kita. Atau sederhananya, kita selalu punya pilihan beragam cara untuk mengekspresikan rasa marah. Kita yang memilihnya. Jadi bukan berarti ekspresi marah itu yang tiba-tiba menghampiri kita.

Saat tidak marah, kita tahu bahwa ekspresi rasa marah yang tak terkendali akan membuat diri kita dan orang lain tidak nyaman. Ditambah lagi, letupan-letupan marah akan meracuni kesehatan diri kita sendiri.

Lalu mengapa kita masih saja mengekspresikan rasa marah dengan cara-cara yang tidak sehat?

Karena kesadaran diri kita belum terlatih. Sehingga saat marah, kita mengekspresikan marah ditemani kesadaran diri yang lemah. Kalau kesadaran diri kian menguat, tentu kita akan lebih memilih untuk mengekspresikan marah dengan cara-cara yang sehat.

Bagaimana cara menguatkan kesadaran diri?

Barangkali ini tidak benar-benar sederhana. Tetapi kesadaran diri kita hanya akan menguat justru kalau kita bisa tekun meluangkan waktu hening, berdiam diri, dan berlatih mengamati pikiran kita sendiri.

Kesadaran diri yang lemah membuat kita jadi manusia yang batinnya mudah sekali bergejolak ditentukan oleh kondisi di luar diri. Terus terombang-ambing. Kondisi di sekitar menyebalkan, kita ikut merasa sebal. Kondisi di sekitar beracun, kita ikut terkena racunnya.

Teruslah perkuat kesadaran diri itu. Rawatlah benteng pertahanan itu. Sehingga kondisi di luar dirimu tak mudah mengganggu ketenangan batinmu. Sampai kelak rasa marah bukanlah lagi sebagai lawanmu. Kemudian kesadaran diri akan menuntunmu untuk mengekspresikan marah dengan cara-cara yang tak membuatmu menyesal di kemudian hari.

Hidup ini bukan tentang melawan rasa marah, tetapi tentang bagaimana kita bisa berdamai dengannya.

Adjie
Author: Adjie

Inilah kesadaran hidup seorang Adjie Santosoputro. Lulusan cumlaude Psikologi UGM dan sempat menjadi finalis wirausaha muda bank besar di Indonesia ini punya minat besar perihal mengistirahatkan pikiran, kesembuhan luka batin, serta hidup sadar berbahagia.

Posted on December 27th, 2019