Pingin Segera Menikah?

Seorang teman cerita, dia kenal seseorang & langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. Setelah beberapa saat menjalin hubungan, dia pingin segera menikah dengannya. Perasaan cinta emang sering bikin kita tergesa mengambil langkah selanjutnya ya?

Karena cinta yang kita rasa seolah datangnya tiba-tiba, enggak sengaja, ya seketika cinta begitu aja, maka yang kita perlukan sebenarnya adalah melatih diri tidak tergesa-gesa ketika berhadapan dengan cinta. Ambil waktu dulu. Sehingga bisa sadar, beneran cinta atau cuma letupan nafsu.

Seringkali kita tergesa menjalin hubungan, bahkan tergesa nikah, karena terjerat pola pikir: hidup berdua itu lebih baik daripada hidup sendirian. Padahal berdua tidak lebih baik kalau dapet pasangan yang mengacaukan hubungan. Atau jangan-jangan malah kitanya yang jadi toxic buat pasangan kita.

Karenanya, latih diri tidak tergesa-gesa ketika berhadapan dengan cinta. Ambil waktu dulu. Direm dulu keinginan untuk segera menikahnya. Apalagi kalau usia masih terlalu muda. Jadi teringat ketika saya main ke rumah teman yang hobi merawat tanaman. Ada kejanggalan yang saya lihat…

Sebagian tanaman di pot dipisahkan cukup jauh dari kebanyakan tanaman. Saya tanya kenapa Jawabnya: “Sebagian tanaman di pot ini masih muda. Dipisahin biar tidak terjadi penyerbukan. Belum saatnya berkembang biak. Masih muda, biar tumbuh dulu, biar kuat kalau berkembang biak.”

Imbuh dia: “Kalau masih muda, masih waktunya bertumbuh, tapi berkembang biak, maka tanaman itu akan enggak kuat. Batangnya mudah patah & lekas layu.” Jadi ada waktunya untuk bertumbuh, membenahi & mendewasakan diri. Setelah itu barulah ada waktunya untuk menjalin hubungan & nikah.

Kalau di masa yang mestinya untuk bertumbuh, kita malah udah tergesa nikah, maka pertumbuhan ya bisa aja tetap terjadi, tapi tidak akan bisa maksimal. Karena kalau udah nikah, kita akan bertemu dengan berbagai masalah baru yang mau tidak mau, suka tidak suka wajib kita urusi.

Jadi sadari diri, kalau emang masih muda, masih di masa bertumbuh, ya dipakai sebaik mungkin waktunya untuk bertumbuh. Baik fisik, mental, emosi, sosial, ekonomi, dan sebagainya. Bukan malah tergesa berkembang biak.

Setelah masa bertumbuh kita penuhi, barulah perlahan melangkah ke masa menjalin hubungan & menikah. Kalau di masa bertumbuh, kita udah ribut soal menjalin hubungan & nikah, bisa-bisa kitalah yang bakal jadi pengacau hubungan itu. Bisa-bisa kitalah yang jadi toxic buat pasangan kita.

Semoga kita semua bisa menerima kenyataan seapaadanya.

15