Pikiran yang Selalu Takut?

Yang aku pikirkan sedikit hal aja bisa bikin aku overthinking. Jadi overthinkingku selama ini bukan soal banyak atau sedikitnya pikiranku, tapi lebih ke soal aku terlalu dekat & percaya dengan pikiranku sendiri.

Ketika aku overthinking, dan ketika aku berusaha menghajar pikiran negatif dengan pikiran positif, berusaha memaksa pikiran untuk tenang, maka aku malah semakin overthinking dan sebel sama diri sendiri saat gagal menenangkan pikiranku. Aku capek melawan diriku sendiri.

Kemudian perlahan aku belajar, ternyata pikiranku itu ada: Thinking Mind & Observing Mind.

Nah thinking mind ini tugasnya emang selalu takut. Selalu cerewet ngasih banyak hipotesa, saran, kritik, kemungkinan buruk yang bakal terjadi & sibuk berusaha mengambil hikmah masa lalu.

Observing mind beda lagi. Dia tenang. Thinking mind bahkan takut dengan ketenangan observing mind. Thinking mind ini sebenarnya hanya pembantu. Tapi seringkali jadi penguasaku. Observing mind yang mestinya lebih berkuasa, saking baiknya, dia sering memberi kuasanya ke thinking mind.

Thinking mind ini benar-benar tau observing mind bisa ambil kekuasaannya sewaktu-waktu. Jadi di saat aku sadar diri di sini-kini, dan observing mind mulai muncul kembali, maka thinking mind akan ketakutan, lalu pikiranku pun makin gaduh sekali.

Thinking mind sangat takut akan: ketenangan, penerimaan, cinta, rasa percaya. Thinking mind sangat takut akan segala sesuatu yang berhubungan dengan observing mind-kesadaran diri di sini-kini.

Gimana pun thinking mind itu pembantu. Dan yang lebih berkuasa itu observing mind. Saking observing mind ini sadar dirinya lebih berkuasa, maka dia tak ada ambisi buat jadi penguasa mengalahkan thinking mind.

Setiap kali aku sadar diri (observing mind) hidupku sebenarnya tak semengerikan yang kubayangkan, maka thinking mind akan bergegas protes memberontak. Thinking mind pinginnya aku selalu overthinking, cemas, gelisah, marah-marah, enggak pake perasaan & hati.

Dan sepertinya selama ini thinking mind berhasil membuat diriku jadi manusia yang kian jarang menggunakan rasa & hati. Membuat diriku jadi robot. Kemudian aku belajar, kunci dari melepaskan jeratan overthinking adalah dengan melatih observing mind, hanya menyadari pikiran.

Semoga kita semua bisa menerima kenyataan seapaadanya.

13