Pikiran Terasa Begitu Mengganggu?

“If your mind doesn’t go out to disturb the noise, the noise won’t disturb you”. Begitu kurang lebih kata Ajahn Chah. Pesan mendalam yang membuat saya sesaat berkontemplasi: Jadi selama ini pikiran yang mengganggu kita, atau jangan-jangan kita yang mengganggu pikiran kita ya?

Kita cenderung beranggapan pikiranlah yang mengganggu kita. Kita terbiasa memposisikan diri sebagai korban. Victim mentality. Bahkan kalau ada kabel beraliran listrik, kita yang rusak kabelnya, terus kita kesetrum… kita pun mungkin akan beranggapan listriknyalah yang mengganggu kita. Pokoknya kita enggak pernah salah. Ego selalu mencari cara agar merasa benar.

Di suatu waktu, ego suka sekali dipuja-puji. Tapi di waktu yang lain, ego berusaha agar paling yang dikasihani. Keduanya adalah ekspresi ego agar dianggap ada.

Barangkali begitu pula kita dengan pikiran kita ya?

Pikiran itu ya emang kerjanya mengenang masa lalu (memori), membayangkan masa depan (imajinasi). Memunculkan kemungkinan terburuk, sekaligus ternyaman. Kita berusaha mengendalikannya, lalu kita merasa pikiranlah yang mengganggu kita.

Selucu itukah kita ini, manusia? 🙂

Semoga kita semua bisa menerima kenyataan seapaadanya.

34