Overthinking? Ini yang Perlu Kita Ketahui

Kita merasa pikiran sering mengembara ke masa lalu dan masa depan. Atau biasanya disebut overthinking. Tapi apa benar pikiran bisa pergi ke sana ke mari?

Kenyataannya, pikiran tidak pernah pergi ke mana-mana. Pikiran selalu bersama tubuh berada di sini-kini. Bisa dikata kita tertipu pikiran kita sendiri. Yang kita rasa pikiran pergi ke mana-mana itu sebenarnya hanyalah kerja pikiran yang mengingat kejadian masa lalu menghasilkan memori dan membayangkan kejadian masa depan menghasilkan imajinasi.

Mengapa kita kewalahan dengan kerja pikiran kita sendiri?

Karena kita teridentifikasi dengan pikiran kita sendiri. Bukan hanya teridentifikasi pikiran yang sifatnya abstrak, kita pun teridentifikasi dengan hal-hal yang sifatnya lebih berwujud, misal pakaian, tas, penampilan, dan sebagainya. Kita teridentifikasi dengan hal-hal yang sebenarnya bukan diri kita seutuhnya.

Teridentifikasi itu maksudnya gimana?

Teridentifikasi berarti kita menganggap diri kita sama dengan sesuatu itu. Misal kita teridentifikasi dengan pakaian yang kita kenakan. Maka kita menganggap berharga atau tidaknya diri kita sepenuhnya ditentukan oleh sekeren apa, seberapa mahal, mengikuti trend atau tidak, merknya apa, pakaian yang kita kenakan. Akibatnya kita jadi rewel terkait pakaian.

Selain pakaian, barangkali kita juga teridentifikasi dengan kekayaan, kekuasaan, popularitas, kualitas pasangan, jumlah followers social media, pendidikan, gelar, dan semacamnya.

Selama diri kita masih teridentifikasi dengan banyak hal yang sebenarnya bukan diri kita seutuhnya, maka sekuat apapun usaha kita untuk meredakan overthinking akan sulit menemui hasil.

Kok bisa?

Kurang lebih seperti seseorang yang sakit lambung, dan makan makanan yang memicu sakit lambung. Maka lambung terasa perih tidak bisa terelakkan. Begitu pula kalau kita masih teridentifikasi dengan banyak hal. Berbagai upaya untuk menghilangkan overthinking sudah dilakukan, tapi overthinking tetap tidak bisa dihindari.

Semoga kita semua bisa menerima kenyataan seapaadanya.

28