Modern Loneliness – Ramai Tapi Sepi

Seri belajar memulihkan batin

Di tengah begitu mudahnya kita berinteraksi melalui kecanggihan teknologi, kita malah cenderung merasa kesepian. Selalu merasa tidak tenang Apakah dunia yang hyperconnected ini mempengaruhi kesehatan mental kita?

Sesuatu yang paradoks ya. Kita berada di kondisi yang hyperconnected tapi di saat bersamaan kita merasa disconnected, kesepian. Iya, kita, manusia ini makhluk sosial. Perlu berinteraksi. Kekurangan atau sama sekali tidak berinteraksi adalah kondisi yang ngeri.

Tapi kelebihan interaksi juga enggak sehat. Oleh karena itu, sebenarnya yang kita perlukan adalah interaksi yang secukupnya. Kondisi hyperconnected beresiko memicu pikiran jadi tidak sadar di sini-kini. Melemahkan otot mindful. Kita dihajar derasnya arus informasi, data, interaksi.

Karena begitu mudahnya mengakses yang ingin kita ketahui, kita jadi terus mengejar berburu apapun yang terbaru. Takut banget ketinggalan. Fear of missing out. Sering mikirin apa yang akan kita lakukan. Penuh dengan imajinasi masa depan dan kita jadi enggak pernah benar-benar hidup di sini-kini.

Kenapa hyperconnected tapi kesepian? Karena interaksi yang terjadi cenderung bersifat permukaan. Meski punya banyak teman di dunia maya pun ya sekadar ramai, bahkan bising, tapi kualitas pertemanannya tidak mendalam. Dan karena koneksinya antar layar, tidak ada sentuhan fisik.

Sibuk interaksi melalui layar, kita jadi mengorbankan interaksi di dunia nyata. Padahal bisa jadi interaksi di dunia nyata itu interaksi yang mendalam. Manusia adalah social animal. Perlu sentuhan fisik. Kekurangan sentuhan fisik mempengaruhi kesehatan. Karenanya, kita perlu berbagi pelukan, terutama keluarga yang serumah.

Tips mengurangi hyperconnected:

  • batasi durasi memakai digital
  • jadwalkan melakukan kegiatan yang tanpa digital
  • tentukan kalau pagi jam berapa mulai pakai digital, kalau malam maksimal jam berapa
  • pas bertemu dan ngobrol penting, hadir utuh, enggak dikit-dikit lihat digital

Enggak mudah mengurangi hyperconnected. Karena kita terjerat hyperconnected. Karena takut banget mengurangi interaksi. Ada sisi karena kita terlalu serius. Karenanya kita perlu meluangkan waktu untuk bermain. Menyalakan energi anak-anak di dalam diri. Tidak perlu serius-serius ya.

Semoga kita semua bisa menerima kenyataan seapaadanya.

6

Sebelumnya:
«