Menunggu Ketidakpastian

Sampai sekarang saya masih suka mendengarkan lagu lawas milik Incubus, berjudul Drive. Terutama saat dulu saya begitu mencemaskan masa depan, mulai dari perihal pekerjaan, percintaan, sampai soal cuan. Lirik reff lagu ini seolah terus mengingatkan saya dalam menyambut ketidakpastian.

Jadi, agar hidup tak penuh sesak oleh rasa cemas, disarankan kita perlu menerima kenyataan bahwa kita ini tidak akan bisa sepenuhnya tahu apa yang akan terjadi kemudian. Kalau kita begitu keras sekali berusaha memastikan masa depan, tentu dalam rangka menyeimbangkan keadaan, berakibat tubuh kita akan berupaya meresponnya dengan menghadirkan perasaan cemas.

Iya. Merupakan sesuatu yang wajar kalau kita berusaha memastikan apa yang bakal terjadi kemudian, karena demi mendapatkan rasa aman dan nyaman. Tapi kenyataannya, kita tidak akan bisa sepenuhnya terhindar dari ketidakpastian. Bila kita mampu menyadari bahwa ketidakpastian adalah bagian dari kehidupan yang tak bisa dilawan, dan ketidaktahuan kita akan apa yang bakal terjadi kemudian merupakan bagian dari petualangan di hidup ini, maka jalan kita untuk tidak tergulung oleh perasaan cemas lebih terbuka lebar. Jeratan cemas perlahan terurai bukan karena bisa memastikan segala sesuatunya, tapi lebih karena sadar diri bahwa bagaimanapun juga tak akan bisa mengalahkan ketidakpastian.

Bukan belajar nyaman dengan memastikan, tapi lebih ke belajar nyaman di tengah ketidakpastian.

Meski semakin banyak orang yang bilang rasa cemasnya mereda karena membaca tulisan saya atau karena setelah mengikuti sesi bareng saya, namun saya sendiri bukanlah orang yang terbebas sepenuhnya dari rasa cemas. Saya pun hanyalah manusia yang menunggu untuk bertemu ketidakpastian-ketidakpastian berikutnya. Jadi, kita perlu membuka kedua tangan dan melapangkan dada, sedikit demi sedikit mengurangi keinginan untuk memastikan masa depan. Kalau yang bakal terjadi selalu harus kita pastikan agar sesuai dengan yang kita mau-seperti anak kecil yang menginginkan mainan, lalu kapan kita bisa belajar bertumbuh mendewasakan diri?

Tak perlu berlebihan berupaya memastikan. Di hidup ini, tak semuanya bisa kita pastikan.

Posted on October 8th, 2019