Mengapa Sebagian Orang Lebih Percaya Hal yang Tak Masuk Akal?

Mengapa sebagian orang lebih percaya soal pesugihan, babi ngepet dan sebagainya, daripada mikir adanya kemungkinan perkembangan teknologi & “gig economy”, di rumah aja bisa tetap berkarya kaya, online bisa ketemu pembeli, menjual karyanya, adsense, dan sebagainya?

Salah satunya karena: Saat mengalami satu peristiwa & ada beberapa kemungkinan untuk menjelaskan peristiwa itu, maka kita akan cenderung milih percaya pada kemungkinan yang menurut kita paling simple.

Jadi kita pikir, yang kita rasa lebih simple lah yang benar. Benar atau tidaknya sesuatu hanya dipertimbangkan berdasar seberapa simple penjelasan akan sesuatu itu. Kenapa? Ya mungkin daripada kita benar-benar mikir kan? Mending males mikir kan? 🙂

Contoh lain… Tiba-tiba buku di rak jatuh sendiri, atau malam-malam denger alunan musik… pikiran kita cenderung langsung beranggapan apa? Iya, itu setan. Daripada kemungkinan-kemungkinan lain yang lebih kompleks, yang membuat itu terjadi. Misal: Buku jatuh, karena gravitasi. Musik, karena tetangga dengerin musik.

Kita juga cenderung percaya akan sesuatu kalau itu memberikan harapan. Walaupun itu sebenarnya itu belum tentu masuk akal. Di kondisi tertentu, kita perlu pola pikir seperti ini. Kenapa? Ya buat hemat tenaga. Kalau semuanya dipikir detail, overthinking, ya capek. Pola pikir ini cocok di kondisi-kondisi yang membutuhkan kita untuk segera bertindak.

Tapi di kondisi lainnya, kita perlu menyadari jebakan pola pikir ini. Kenapa? Karena ada waktunya, kita perlu berpikir matang, perlahan memikirkan sesuatu. Ya karena yang kita pikir simple itu pasti benar, belum tentu benar.

Semoga kita semua bisa menerima kenyataan seapaadanya.

6