Memikirkan Ulang Perihal Zona Nyaman di Dalam Hati yang Patah

Salah satu pelajaran indah di dalam menjalin cinta adalah kurangi memaksa diri demi membahagiakan pasangan, dan lebih baik menggunakan tenaga itu untuk membahagiakan diri sendiri dengan cara-cara yang sederhana dan tentu saja tak perlu sampai menimbulkan luka.

Kalau kamu ingin membebaskan pasanganmu dari masalah, bisa jadi dia sebenarnya enggak mau terbebas dari masalah. Kalau kamu ingin pasanganmu bahagia, bisa jadi dia sebenarnya begitu nikmat tak mau lepas dari derita.

Iya, kita perlu belajar untuk membantu pasangan agar menjadi manusia yang lebih baik, tapi dengan upaya yang secukupnya saja, dengan bekal kesadaran bahwa sebenar-benarnya perubahan hanya bisa terjadi kalau ada niat dari dirinya sendiri.

Tetapi ini lucu, karena tanpa sadar kita sendiri pun seringkali terperangkap dalam suatu zona nyaman yang membuat kita enggan bebas dari masalah. Jangan-jangan kita ini sebenarnya tak pernah bisa bahagia, penyebab utamanya adalah karena kita merasa dianggap ada, kalau kita punya masalah. Jadi kalau tidak ada masalah, kita akan mencari-cari masalah. Kalau hidup kita sedang tenang adem bahagia, kita akan buka social media untuk ikut serta dalam pertengkaran orang-orang di dalamnya, yang mungkin saja pertengkaran itu hanyalah rekayasa untuk mencari sensasi belaka.

Contoh yang lain: Kalau tidak ada yang bikin stres, kita akan melihat film dan merelakan diri larut dalam stres sendiri gara-gara persoalan tokoh-tokoh fiktif di film itu. Mengapa? Karena kita terkondisikan untuk merasa bahwa stres adalah cara agar kita lebih “hidup”.

Begitu pula kalau tidak ada kesulitan, kita pun akan mencari-cari kesulitan. Karena dengan kesulitan, kita merasa hidup ini lebih asyik untuk dimainkan.

Masih banyak lagi contoh lainnya. Kita perlu merenung… Memikirkan ulang perihal ini: Zona nyaman di dalam penderitaan, termasuk di dalam patah hati, yang membuat kita enggan untuk keluar melangkah menuju kebahagiaan. Apakah benar yang bikin kita tidak bahagia adalah pasangan? Apakah yang sebenarnya membuat kita tidak bahagia?

Bagaimanapun juga ada orang yang tanpa sadar menikmati derita akibat patah hatinya. Sehingga sekuat apapun ajakan untuk memulihkannya, pada akhirnya ia tetap memilih untuk tetap tinggal di dalam patah, dan enggan ‘tuk melangkah.

Posted on June 26th, 2019