Berharap Seseorang Memberikan Kebahagiaan

Berikut salah satu cerita di buku Burung Berkicau karya Anthony de Mello, berjudul Kunyahlah Buahmu Sendiri. Seorang murid mengeluh kepada Gurunya: “Guru menuturkan banyak cerita, tetapi tidak pernah menerangkan maknanya kepada kami.”

Jawab sang Guru: “Bagaimana menurutmu, andaikata seseorang menawarkan buah kepadamu … namun mengunyahkannya dahulu untukmu?”

Cerita yang layak untuk kita renungkan…
Kita berharap orang lainlah yang sepenuhnya bertanggung jawab menjelaskan sejelas-jelasnya pelajaran hidup yang kita butuhkan. Kita hanya mau menerimanya. Tak mau ada upaya apa-apa. Begitu pula soal bahagia. Kita ingin orang lainlah yang memberikan kebahagiaan kepada kita.

Tetapi mental seperti itu tanpa kita sadari membuat kita manja. Lagipula kalau diibaratkan makan buah, orang lain mengunyahkan buah itu dulu baru disuapkan kepada kita kok ya menjijikkan. Juga menumpulkan kemampuan kita untuk bisa bahagia tanpa terlalu tergantung dengan orang lain.

Saat ini kita perlu menyadari, kita perlu mandiri. Mengunyah mencerna sendiri pelajaran hidup yang kita terima. Berjalan sendiri menelusuri ke dalam diri menemukan bahagia yang selalu ada dan menanti. Tidak bisa diwakilkan orang lain. Karena hasil kunyah cerna orang lain, bahkan hasil kunyah cerna sang Guru sekalipun, tidak akan cocok buat diri kita. Kita perlu mengunyah dan mencernanya sendiri. Yuk belajar tidak manja, belajar bahagia secara mandiri.

Semoga kita semua bisa menerima kenyataan seapaadanya.

61