Kurangi Menyalahkan Diri Sendiri dengan Ini

“Tahun 2015, saya jadian sama seseorang. Merancang menua bersama. Namun, setelah menjalani hubungan berdua selama 4 tahun, penuh suka dan duka, akhirnya meski tak kami inginkan, kami pun berpisah. Perpisahan itu saya rasa lebih karena keegoisan saya yang begitu besar. Sampai sekarang, saya terkunci di fase menyalahkan diri sendiri. Ditambah sangat ingin melupakannya, saya sampai melakukan hal-hal yang semestinya tak saya lakukan. Gimana ya cara mengurangi menyalahkan diri sendiri?”

Kita perlu menyeimbangkan menyalahkan diri sendiri dengan pelan-pelan belajar mencintai diri sendiri. Menyalahkan diri sendiri itu tak sepenuhnya buruk kok. Hanya perlu diseimbangkan dengan mencintai diri sendiri. Iya, ini terasa lebih mudah dikatakan daripada dilakukan. Kenapa?

Karena kita sejak kecil terlatih dan terbiasa bertahun-tahun lamanya menyalahkan diri sendiri. Membenci juga membully diri sendiri. Sikap mencintai diri sendiri jadi terasa sangat asing dan tidak mungkin. Padahal itu hanya keterkondisian pikiran. Kita bisa kok mencintai diri sendiri.

Belajar mencintai diri sendiri, dimulai dari mana?

Dimulai dengan sesuatu yang sederhana, yaitu niat kuat untuk mencintai diri sendiri. Belajar melihat diri kita secara utuh. Menyadari selain sisi salah, diri kita juga ada sisi benarnya. Mendoakan diri sendiri agar pulih dan bahagia.

Kalau latihan praktisnya gimana?

Berbekal niat kuat, kita bisa berlatih secara berkala, meluangkan waktu buat hening, menyadari hal baik yang pernah kita lakukan. Menyadari sisi baik yang kita punya. Kalau perlu biar latihan lebih mendalam, tuliskan. Selain kesalahan, ada kebaikan.

Kita cenderung melihat kesalahan, daripada kebaikan yang kita perbuat. Karenanya perlu menyeimbangkan dengan berlatih melihat sisi baik yang kita punya. Tapi bukan berarti terus sebaliknya ya, berlebihan merasa paling benar. Merasa paling salah atau merasa paling benar, sama-sama tidak sehat.

Setelah terlatih menyadari bahwa selain kesalahan, kita pun juga pernah melakukan kebaikan – seimbang kesalahan dan kebaikan, kita juga bisa melihat lebih dalam, kesalahan yang kita perbuat juga mengandung kebaikan. Tapi bukan untuk pembenaran ya. Salah ya tetep salah. Tapi ada hikmah.

Dengan berkurangnya kadar menyalahkan diri sendiri, mulai mampu menyadari sisi baik yang kita punya, maka kita akan lebih mampu pula melihat sisi baik orang lain. Jadi, melihat orang lain enggak cuma jeleknya aja. Tapi juga enggak terus berlebih gampang sekali percaya ya. Perlu seimbang.

Iya, mengurangi menyalahkan diri sendiri enggak bisa sekejap. Perlu latihan yang tekun. Kita mesti percaya, belajar mengurangi menyalahkan diri sendiri, belajar mencintai diri sendiri, walau perlahan itu sesuatu yang penting dan perlu diupayakan. Karena akan bikin kita pulih dan bahagia. Karena yang benar-benar bisa bikin kita pulih dan bahagia adalah diri kita sendiri.

Adjie
Author: Adjie

Inilah kesadaran hidup seorang Adjie Santosoputro. Lulusan cumlaude Psikologi UGM dan sempat menjadi finalis wirausaha muda bank besar di Indonesia ini punya minat besar perihal mengistirahatkan pikiran, kesembuhan luka batin, serta hidup sadar berbahagia.

Posted on March 6th, 2020