Ketika Tubuh Berdoa, Apakah Pikiranmu Juga Ikut Berdoa?

Berikut cerita pendek yang bisa dijadikan renungan.

Di sebuah acara keluarga, ada anak kecil yang memegang erat beberapa balon. Ia begitu senang dengan balon yang ia punya. Sebelum menyantap makanan yang udah tersaji, mereka semua berdoa bersama terlebih dahulu. Di tengah berdoa… Apa yang terjadi?

Balon yang ia pegang terlepas dari tangannya. Ia mengikuti satu per satu balon itu dan ingin balon-balon itu kembali dalam genggaman. Jadi di tengah semua orang lagi berdoa, ia berjalan bahkan berlari ke sana ke mari mengikuti balonnya.

Anak kecil itu seolah enggak melihat orang-orang di sekelilingnya sedang berdoa. Kesadarannya hanya terarah ke balon. Setelah berdoa selesai, bapak ibunya bercampur rasa malu akan kelakuan anaknya di depan keluarga, mereka langsung marah-marah kepadanya.

“Kamu tu tadi lari ke sana ke mari ngejar balonmu saat kami semua sedang berdoa! Kami jadi terganggu! Kenapa kamu gak ikut berdoa bersama kami?! Apa kamu gak lihat kami ini sedang doa?! Kamu malah seenaknya aja berlarian di sela-sela kami!”

Dan jawab anak kecil itu…

“Saat aku ngejar balon-balon itu, saat semua sedang berdoa, aku sama sekali enggak melihat semua orang.” Kesadaran anak kecil itu hanya mengarah ke balon-balon yang dia cintai. Lalu dia lanjut berkata…

“Tapi kenapa bapak ibu yang sedang berdoa, yang sedang berbicara kepada Tuhan, masih melihat aku yang ngejar balon?”

Kemudian suasana seketika jadi sunyi…

Kalau kita benar cinta pada Tuhan, seperti anak kecil yang mencintai balonnya, ketika kita berdoa, bukan hanya tubuh aja yang berdoa, tapi pikiran juga ikut berdoa. Kesadaran kita hanya mengarah kepadaNya yang kita cintai. Kita jadi tidak gampang terganggu.

Betapa sering di saat kita berdoa, bicara pada Tuhan, kita masih aja terseret hanyut dengan berbagai hal yang bukan Dia. Di antaranya adalah memori masa lalu & imajinasi masa depan yang seringkali berhasil mencuri perhatian kita. Kita perlu belajar dari anak kecil yang mengejar balon.

Semoga kita semua bisa menerima kenyataan seapaadanya.

12