Kenyataan dan Bukan Kenyataan

Dari buku “Hidup yang Kutahu” karya Setiaji Wijaya, sebatas yang saya pelajari salah satunya ini:

Apapun yang terjadi adalah sebuah kenyataan. Dan diri kita di saat ini, di sini-kini, mengalami yang terjadi juga sebuah kenyataan. Kenyataan selalu berubah terus menerus. Senantiasa fluks.

Kita manusia merasa mampu mengendalikannya dan terus berusaha mengendalikannya agar sesuai keinginan. Namun kenyataan seolah seenaknya sendiri. Kenyataan yang tidak sesuai ingin, tidak mampu kita tolak. Tetap terjadi. Kita mesti menerimanya. Kenyataan yang sesuai ingin, tidak bisa kita pertahankan. Tetap terjadi. Kita mesti melepaskannya.

Apapun yang terjadi, adalah kenyataan.

Makna, drama, asumsi, label yang kita tempelkan pada kenyataan, “Aku patah hati, aku gembira, aku miskin, aku kaya, aku kecewa, aku…” adalah ulah pikiran, bukan kenyataan.

Agar batin pulih. kita perlu membedakan mana yang kenyataan dan mana yang bukan kenyataan.

Semoga kita semua bisa menerima kenyataan seapaadanya.

32