Kapan Lulus Kuliah? Kapan Nikah? Belum Punya Anak?

Di momen seperti itu, berarti ada 2 pihak. Yang bertanya & yang ditanya. Dalam hal ini, yang ditanya adalah kita. Tapi tak menutup kemungkinan lho, di lain kesempatan kita juga bisa jadi yang bertanya.

Bayangkan, seringkali yang bertanya itu bertanya dari posisi dia & enggan memahami posisi kita yang ditanya. Kita pun yang ditanya, berusaha menjawab dari posisi kita & enggan memahami posisi yang bertanya. Akibatnya? Kondisi yang berjauhan. Terjadi ketegangan interaksi.

Posisi penanya & yang ditanya ini beda. Sama-sama enggan memahami kondisi. Jadi pertanyaan & jawaban enggak bakal bisa nyambung. Kenapa? Karena beda dimensi. Jadi bukan soal pertanyaannya salah atau jawabannya salah. Tapi pertanyaan & jawabannya enggak berada di dimensi yang sama. Enggak sinkron.

Penanya enggak akan bertanya kalau dia memahami kondisi yang ditanya. Kalau dia melampaui dimensi jawaban atas pertanyaan yang belum ditanyakan. Kita pun enggak terganggu lagi dengan pertanyaan itu kalau kita memahami kondisi penanya. Kalau kita melampaui dimensi pertanyaan itu sendiri.

Ingat, sebelum tergesa bertanya, cobalah bertanya ke diri sendiri, “Kondisi dia sebenarnya seperti apa? Dia udah berjuang keras untuk mendapatkannya ya?” Pertanyaan-pertanyaan ke diri sendiri yang ditujukan untuk meremukkan pertanyaan yang bakal diucapkan. Tentu saja tak perlu lagi jawaban, lha wong pertanyaannya aja udah remuk kok.

Begitu pula kita yang ditanya. Sebelum tergesa merasa terganggu, cobalah menyadari, “Aku terganggu karena pertanyaannya, atau sebenarnya aku terganggu lebih karena pikiran-pikiranku sendiri?” Respon begini bukan buat jawab pertanyaan dari penanya, tapi buat meremukkan dimensi pertanyaannya. Tentu saja tak perlu terganggu dengan pertanyaan seperti itu, karena menyadari akar terganggu kita adalah pikiran kita sendiri.

Dan kalau penanya dan kita yang ditanya saling berlatih meremukkan dimensi pertanyaan & jawaban masing-masing… Penanya & kita bisa merasakan dimensi relasi yang sama sekali beda, sama-sama menyelami relasi yang lebih dalam. Berbeda dengan dimensi relasi di mana kita ributkan selama ini.

Semoga kita semua bisa menerima kenyataan seapaadanya.

7