Istirahat dari Bertengkar dengan Pikiran & Perasaan Sendiri

Ketika pikiran & perasaan yang muncul bikin tidak nyaman, atau kita beri label negatif, kita tidak perlu berusaha melawannya, mengubahnya atau mengusirnya. Hanya sadari. Inilah latihan istirahat.

Begitu pula sebaliknya. Ketika pikiran & perasaan yang muncul bikin nyaman, atau kita beri label positif, kita tidak perlu berusaha mempertahankannya atau menggenggamnya. Hanya sadari. Inilah latihan istirahat.

Istirahat di sini bukan pula upaya untuk menenangkan diri. Beristirahatlah pula dari upaya semacam itu. Dari reaksi berlebihan untuk melawan & mempertahankan.

Istirahat di sini hanya menyadari bahwa pikiran & perasaan layaknya awan2 di langit. Silih berganti, muncul lenyap.

Menyadari bahwa ada bagian yang kita sadari yaitu pikiran & perasaan.

Dan menyadari ada bagian yang menyadari pikiran & perasaan. Bagian ini enggak terseret hanyut oleh segala bentuk pikiran & perasaan. Seriuh apapun pikiran & perasaan, bagian ini selalu tenang. Hening.

Barangkali dgn menyadari ini, ada rasa tenang yang enggak memusuhi keramaian. Rasa tenang yang enggak menyalahkan lingkungan yang bikin diri enggak bisa istirahat.

Ada pula bahagia yang enggak melawan sedih. Ada cinta yang bukan lawan dari benci. Tapi cinta yang memeluk 2 sisi berlawanan.

Semoga kita semua bisa menerima kenyataan seapaadanya.

8