Ingin Punya Status Tertentu?

Sebatas yang aku tau, salah satu yang begitu ditakuti manusia itu kalau dirinya tidak dianggap ada. Dan sejak kecil aku diajari, biar aku dianggap ada dan semakin banyak orang yang menganggap aku ada, maka aku mesti punya status tertentu.

Hmmm yang dimaksud dengan status ini apa?

Bermacam-macam. Bisa berupa: status sarjana, S1 S2, profesi, sertifikasi, status udah menikah, punya anak, status sukses bekerja berbisnis, status menjabat posisi tertentu, status ekonomi sosial, status berdasar jumlah followers & subscribers, dan sebagainya.

Tapi kenyataan membuatku belajar… Begitu keras mengejar status tertentu, beriringan dengan selalu ingin lebih dari orang lain, ingin mengalahkannya, & jadi budak nafsu untuk berkuasa… justru membuat hatiku tak pernah nyaman. Inginku bahagia, yang kudapatkan malah derita.

Mengejar status tertentu & selalu ingin lebih dari orang lain juga tak akan ada habisnya. Misal di awal ingin lebih sukses dibanding anggota keluarga. Lalu dibanding tetangga sekomplek. Lalu dibanding sekantor. Lalu dibanding netizen… Seperti haus, minum air laut. Makin haus.

Aku jadi belajar, selalu ingin lebih dari orang lain malah membuatku gemar membandingkan & terobsesi mencari kesalahan orang lain. Ketika mengejar status tertentu & ternyata gagal kuraih, juga membuatku mudah terpeleset ke dalam perasaan membenci diriku sendiri.

Aku jadi belajar, hidup ini bukan soal mengejar status, tapi soal seberapa nyaman aku dengan diriku sendiri saat ini. Belajar untuk mengalir melakukan sepenuh hati apa yang bisa kulakukan sekarang ini. Melakukan hanya untuk melakukan. Bukan karena membandingkan.

Semoga kita semua bisa menerima kenyataan seapaadanya.

16