Diri yang Tak Sebatas Kita Kira

Seri belajar sadar diri di sini-kini

Kalau kita melihat setangkai bunga, yang kita lihat bunga itu senyatanya, atau yang kita lihat gambaran (proyeksi) bunga di pikiran kita?

Iya. Yang kita lihat bukan bunga itu senyatanya, tapi hanya sebatas gambaran bunga di pikiran kita.

Begitu pula di saat kita melihat selain bunga. Begitu pula di saat kita mendengar dan mengindera apapun lainnya. Kita mengalami hidup ini bukan senyatanya. Tapi sebatas gambaran hidup di pikiran kita. Kita mengalami hidup ini tidak secara realita yang ada di kedalaman. Tapi hanya secara apa yang tampak di permukaan.

Setangkai bunga secara nyata itu ada, tapi kita tak bisa menjangkaunya karena terbatasi oleh gambaran bunga di pikiran.

Nah berarti ketika kita melihat diri sendiri… Yang kita lihat bukan diri senyatanya, tapi hanya sebatas gambaran diri di pikiran kita. Sesempit itu dan penuh keterbasan kita di dalam melihat diri sendri.

Kalau kita tidak menyadari hal ini, bisa-bisa kita menganggap diri kita adalah sebatas pikiran yang kita kenakan. Jadi marah kalau ada yang mengejek pakaian kita. Atau menganggap diri kita adalah sebatas nama yang kita punya. Jadi marah kalau ada yang mencela nama kita. Dan masih banyak lagi hal-hal yang kita anggap diri kita.

Padahal di sisi yang lain, kalau kita benar-benar menyadari keterbatasan gambaran pikiran kita mengenai diri kita sendiri, maka berarti diri kita senyatanya itu sangatlah luas.

Ketika menyadari diri kita ini bukanlah siapa-siapa, maka sebenarnya kita ini adalah segalanya. Diri kita ini enggak sebatas yang kita kira. Ia sangatlah luas. Saking luasnya tak ada yang bisa menghina.

Semoga kita semua bisa menerima kenyataan seapaadanya.

25