Cinta Bukan Perihal Kesempurnaan Masa Depan

Saya suka belajar pola pikir orang lain mengenai cinta. Jadi saya rasa, saya pun perlu memberitahu salah satu pola pikir saya, yang jadi pondasi saya merawat hubungan cinta.Pola pikir tersebut masih sering saya lupakan. Mumpung sekarang ingat, saya tuliskan. Pola pikir itu adalah: Cinta bukan perihal kesempurnaan masa depan, tapi perihal penerimaan di saat ini.

Kalau perihal kesempurnaan masa depan, maka saya punya impian yang begitu sempurna tentang hubungan cinta yang ingin saya punya, lalu apapun yang saya alami saya bandingkan dengan impian itu.

Belum bisa bahagia karena impian saya untuk menikah dengan pasangan tercinta belum terwujud. Tapi meskipun sudah menikah, tetap saja belum bisa bahagia karena belum punya uang sekian miliar. Tapi meskipun sudah punya uang sebanyak itu, tetap saja belum bisa bahagia karena belum punya anak. Tapi meskipun sudah punya anak, tetap saja belum bisa bahagia karena tiap bulan tidak bisa jalan-jalan ke luar negeri, karena jumlah followers belum banyak, karena bentuk tubuh jauh dari idaman banyak orang. Selalu merasa kurang, selalu merasa belum, selalu mem”belum”. Pola pikir ini sangat mudah membuat saya tergelincir jadi frustrasi. Mengapa? Karena meskipun sudah mendapatkan impian, masih saja ada perasaan hambar.

Belajar dari pengalaman itu, saya berulang kali mengingatkan diri mengenai pola pikir bahwa cinta itu perihal penerimaan di saat ini. Berbeda dengan pola pikir “kesempurnaan masa depan” yang selalu melempar kebahagiaan di masa depan, pola pikir “penerimaan di saat ini” lebih ke bahagia di setiap langkah dalam perjalanan. Seperti anak kecil yang baru belajar berjalan. Ia tidak lalu bahagia hanya ketika sudah bisa berjalan. Yang ia lakukan hanyalah sesederhana melangkah. Kalau jatuh, bangun lagi, melangkah lagi. Tak begitu pusing soal kebisaannya untuk benar-benar berjalan.

Saya merasa lebih nyaman dengan pola pikir “penerimaan di saat ini”. Tidak terlalu bergelisah akan masa depan yang selalu menawarkan ketidakpastian. Mengalir saja bersama cinta.

Posted on June 25th, 2019