Cara Berdamai dengan Cemas, Takut, dan Khawatir

Seringkali rasa cemas saya itu lebih berhubungan dengan masa depan. Tentang apa saja yang mungkin terjadi, apa saja yang belum pasti, dan apa saja yang tidak bisa benar-benar diketahui.

Kenyataannya, masa depan itu sekarang ini tidak ada. Masa depan itu saat ini, di sini-kini, belum terjadi. Masa depan yang membuat saya cemas itu hanya berupa bayangan-bayangan di pikiran saya sendiri. Berupa imajinasi-imajinasi yang seolah tiada henti.

Pikiran memang salah satu tugasnya memberikan kemungkinan-kemungkinan yang bakal terjadi. Begitu banyak skenario dan hipotesa yang diajukan. Saya sampai sekarang masih belajar untuk tidak terlalu percaya begitu saja kepada pikiran saya sendiri.

Kalau kesadaran diri saya cukup kuat… Ketika saya berlebihan merasa cemas, saya sadar berarti saya terlalu terseret oleh imajinasi-imajinasi pikiran saya sendiri. Kalau tidak terseret, maka saya bisa sepenuhnya berada di sini-kini, bisa tetap tenang, nyaman, tentram nan damai.

Agar tidak mudah terseret, saya belajar menjangkarkan diri berada di momen saat ini, di sini-kini. Berlatih menyadari tarikan dan embusan napas. Napas sebagai jangkar momen di sini-kini. Berlatih pula menyadari pikiran hanyalah pikiran. Tidak terlalu percaya pikiran sendiri.

Semoga kita semua bisa menerima kenyataan seapaadanya.

7