Berhenti Mencari

“Solusi untuk menemukan yang dicari adalah dengan berhenti mencari.”


“Di mana toko mainannya?” Tanyaku semasa kecil kepada ibuku. Sambil mataku masih menahan kantuk, setelah kelelahan menangis rewel sekian lama karena minta mainan.

“Lha ini kita udah di toko mainan,” jawab ibuku seraya tersenyum melihat tingkahku.

“Hah, ini? Ini kan toko robot-robotan dan tembak-tembakan. Aku nyarinya toko mainan!” Aku terlelap tidur lagi, bermimpi ditemani rasa kecewa melanjutkan pencarian toko mainan.

Karena tidak benar-benar melihat, karena mengantuk dan tidur terlelap, karena tidak bangun serta tidak sadarkan diri… Jelas-jelas yang aku cari sudah ketemu di depan mata, tetap saja terus aku cari.

Di suatu momen yang lain, aku merenung:

“Sudah sekian lama lho aku ini mencari bahagia, mencari berbagai teknik dan metode yang bisa memulihkan batinku, bahkan mencari Tuhan yang konon ada di mana-mana… Tapi sampai sekarang aku pun belum berhasil menemukan yang kucari. Di mana sebenarnya semua yang kucari ini?”

Hingga suatu ketika aku seakan mendengar ibuku berbisik tanpa suara dalam batinku:

“Sadari, ternyata yang kita butuhkan untuk menemukan yang kita cari adalah dengan berhenti mencari. Tidak ada yang perlu kita cari. Yang perlu kita lakukan hanyalah “bangun” dan sadarkan diri, agar bisa benar-benar melihat.”

Semoga kita semua bisa menerima kenyataan seapaadanya.

33