Belajar Tidak Tahu. Belajar Penge-tidaktahu-an

Tulisan ini dirangkum dari berbagai sumber yang saya pelajari & sebatas saya memahami. Salah satunya dari video Eckhart Tolle, berjudul Comfortable Not Knowing.

Pingin tau: Di mana ya kamu bakal dapet pacar? Apakah dia beneran jodohmu? Kapan kamu nikah? Kapan kamu sukses? Gimana ya hidupmu setelah nikah? Dan banyak lagi pertanyaan yang kamu pingin tau jawabannya?

Apakah kita bisa tau jawaban dari pertanyaan-pertanyaan itu?

Banyak pertanyaan di hidup ini yang gimanapun juga kita tidak bakal tau jawabannya apa

Termasuk pertanyaan,

“Apa kamu tau & mengenal dirimu sendiri?”

Kalau kita jawab “iya tau”, itu lebih ke secara konsep. Hasil thinking mind.

Iya, kalau secara konsep, sebatas hasil thinking mind, kita merasa tau ini itu.

Tapi ketika kita mulai melatih kesadaran diri (observing mind-mindfulness), maka kita jadi belajar berani mengakui bahwa banyak hal di hidup ini yang sebenarnya kita tidak tau & itu tidak apa-apa.

Thinking mind akan selalu cerewet bertanya, mencari jawabannya, merasa udah nemu jawabannya terutama yang dirasa nyaman, dsb.

Tapi di tingkat lebih dalam, kita perlu belajar untuk nyaman dengan ramainya tanya & berbagai ulah thinking mind.

Belajar nyaman di kondisi tidak tau.

Dan hanya dengan belajar nyaman dengan berbagai tidak tau itulah maka kita bisa benar-benar tenang.

Iya, enggak mudah. Karena thinking mind-ego keakuan selalu merasa tidak nyaman dengan kondisi tidak tau. Akan protes dengan mulai mikir, mikir, mikir mencari jawabannya biar tau.

Semakin ego kita besar, semakin kita takut dengan kondisi tidak tau: “Pokoknya aku harus tau!”. Terus cemas mencari, mencari, mencari, hingga sok tau.

Belajar nyaman dengan tidak tau ini juga bermanfaat dalam menjalin hubungan.

Kalau hubungan sebatas di dimensi thinking mind yang berambisi harus tau, dan merasa sok tau, maka hanya penuh asumsi, judgment, orang lain sebatas kumpulan memori usang di masa lalu.

Ketika di dimensi observing mind, nyaman dengan tidak tau, maka kita jadi berjarak dgn judgment, dsb hasil thinking mind.

Bukan berlandaskan thinking mind yang penuh dengan kesoktauannya, tapi berlandaskan nyaman dengan tak tau, maka hubungan kita jadi terkoneksi dengan level yang lebih dalam.

Relate dengan kata Socrates:

“Satu-satunya kebijaksanaan yang sebenarnya adalah kamu tau bahwa kamu tidak tau.”

Semoga kita semua bisa menerima kenyataan seapaadanya.

50