Bagaimana Cara Memaafkan Diri Sendiri?

ilustrasi: lmtrochezz

“Cobalah 4 langkah ini sebagai latihan memaafkan dirimu sendiri ya, karena kamu telah mengalami kejadian yang enggak sesuai keinginanmu, terutama yang lebih disebabkan oleh kesalahanmu sendiri..” ungkap Sunyi di sela obrolan ringan waktu itu.

Obrolan ini terjadi antara diriku dengan Sunyi.

Langkah 1. Sadari.

Luangkan waktu untuk hening, menengok ke dalam diri. Sadari … sekarang ini, apa 1 kejadian dalam ingatanmu, yang bikin kamu sebel, marah, karena kejadian itu enggak sesuai keinginanmu. Sadari perasaan apa yang muncul. Sadari pula reaksi tubuhmu seperti apa.”

Aku berusaha mencerna apa yang dia katakan. Mungkin karena aku jarang mengolah rasaku. “Pelan-pelan saja,” katanya.

“Lha terus langkah 2?”

Langkah 2. Terima.

Katakan kepada dirimu sendiri: Enggak pa-pa kamu punya masa lalu seperti itu. Enggak pa-pa kalau kamu marah kepada dirimu sendiri. Enggak pa-pa juga kalau kamu emang ndilalah pernah marah banget sama seseorang. Enggak pa-pa kalau kamu sedih. Terima saja semua rasa yang ada. Biarkan dirimu merasakan ketidaknyamanan itu.

Beri ruang untuk segala rasa yang datang… Kalaupun mau menangis, menangislah.”

Memberi ruang untuk segala rasa yang datang, yang dimaksud di latihan ini adalah perihal kondisi di dalam diri. Memberi ruang untuk rasa marah, bukan berarti melampiaskannya membabi buta ke luar diri.

Bisa jadi orang yang dikit-dikit marah itu karena kurang menerima rasa marah.

Dialog dengan Sunyi pun berlanjut:

“Anu … langkah 3 terus gimana ya?”

Langkah 3. Ramah.

Kalau sahabatmu lagi terkena musibah, tentu kamu bersikap ramah kepadanya kan? Nah bersikaplah ramah seperti itu kepada dirimu sendiri. Berikan welas asih kepadanya. Mengalir aja.”

Seketika aku memahaminya. Sunyi langsung melanjutkan, “Terakhir, langkah 4. Tersenyum.

Menerima kejadian di masa lalu dengan tersenyum. Menyambut datangnya bahagia di sini-kini dengan tersenyum. Berikan pelukan hangat buat dirimu sendiri dan katakan sepenuh hati, “Aku mencintaimu…””

Aku langsung terdiam.

“Iya, latihan ini tidak mudah. Perlu waktu, perlu ketekunan dalam berlatih. Aku sampai sekarang pun masih berlatih. Dan aku tidak bilang kalau aku ahli dalam memaafkan diri sendiri. Tapi aku percaya latihan ini sangat menyehatkan jiwa.”

Kita lebih bisa bersikap baik kepada orang lain yang sedang mengalami masa-masa sulit. Tapi ketika kita mengalami kejadian yang enggak sesuai keinginan, kita begitu kesulitan bersikap baik kepada diri kita sendiri.

Tidak semua kenangan bisa diselesaikan. Banyak yang kita rasa belum selesai di masa lalu, hanya bisa kita selesaikan dengan memaafkan diri sendiri.

Posted on November 8th, 2019