3 Jebakan Ego dalam Belajar Emotional Healing

Keinginan terwujud, lalu merasa itu karena ilmu kehebatan kita yang bisa menarik apapun yang kita inginkan, karena semesta mendengarkan doa kita, karena Tuhan baik sama kita… ternyata itu bisa jadi jebakan ego lho.

Kita pelajari satu per satu ya.
1. JEBAKAN EGO DI TAHAP ILMU PENGETAHUAN

Makin banyak ilmu pengetahuan yang kita pelajari, makin pintar, tapi ini kita hanya di tahap sekadar banyak tau ya… jebakan egonya bisa berupa merasa paling pintar & benar, sombong, serakah akan kekayaan, kekuasaan, seks. Menganggap di luar akal logika pasti keliru.

2. JEBAKAN EGO DI TAHAP ILMU KEBIJAKSANAAN

Di tahap ini, kita udah mulai belajar ilmu-ilmu healing, mulai belajar soal rasa, olah batin, menengok ke dalam diri… jebakan egonya bisa berupa kita merasa lebih hebat dibanding mereka yang masih di tahap ilmu pengetahuan. Kita haus mengejar non duniawi. Baru belajar dikit aja, kita udah sombong pamer kehebatan.

3. JEBAKAN EGO DI TAHAP ILMU SPIRITUAL

Di tahap ini, kita belajar makin dalam lagi, tapi jebakan egonya juga makin halus. Bisa berupa kita merasa yang terpilih, “Kok bisa ya aku nglakuin yang gak banyak orang bisa lakuin”. Kita menyombongkan sifat ilahi diri sendiri. Kita berbuat baik, merasa diri baik, dan membanggakan diri telah berbuat baik.

Bisa juga berupa misal kita punya suatu keinginan. Lalu ketika keinginan itu terwujud, kita merasa: “Emang ya semesta itu mendengar permintaanku. Ini karena kehebatanku bisa menarik yang aku inginkan. Aku anak kesayangan Tuhan…” Merasa seperti itu pun bisa jadi jebakan ego lho. Terjebak kesombongan membanggakan diri kita sendiri.

Contoh lain, misal pas kita di kebun tetangga mau nyuri mangga. Tiba-tiba tetangga ke teras lihat kebunnya. Lalu kita berdoa, kirim mantra ke semesta, narik keinginan: pingin biar gak ketauan. Lha kok ternyata tetangga terus masuk rumah… Selamat, enggak ketauan, luput dari sial, lalu kita merasa itu gara-gara doa dsb, itu pun bisa jadi jebakan ego. Asal keinginan kita terwujud, apapun itu, ego kita lalu dengan sombongnya merasa, “Semesta emang berada di pihakku.” Membanggakan diri.

Bedakan dengan mereka yang menyadari jebakan ego ini, yang sadar diri eling & waspada: “Jangan-jangan terwujudnya keinginanku ini belum tentu baik buatku.” “Jelas-jelas nyuri mangga, lha kok keinginanku biar gak ketauan terwujud. Jangan-jangan ini bukan berarti semesta baik sama aku. Bisa jadi ini ujian buatku.” Mereka yang sadar diri, tidak berusaha melawan ego atau melenyapkannya. Tapi hanya menyadarinya, sehingga jeratannya mengendur sendiri.

Akibat jebakan ego ini bikin diri kita berhenti bertumbuh jadi manusia yang lebih baik. Perjalanan kita jadi berhenti di situ-situ saja. Lalu dari 3 jebakan ego itu, kita ada di mana? Ya barangkali kita, terutama saya, di tahap 1 aja belum. Masih sering terjebak ego kita sendiri.

Semoga kita semua bisa menerima kenyataan seapaadanya.

24