Tenang Ditengah Kepanikan? Bisa kok!

Ditengah pandemi virus Corona saat ini, stress dan panik pada dasarnya reaksi alamiah
manusia dalam merespon ‘ancaman’. Namun dampaknya, kita sulit berpikir dan bertindak
rasional saat pikiran kalut. Tiba-tiba kita merasa perlu belanja stok makanan sebanyak
mungkin atau mengonsumsi vitamin dan herbal berlebihan.

‘Bagaimana kita mau mengurus keluarga atau pekerjaan kalau berpikir rasional saja sulit?’

Disini saya tuliskan penjelasan dan tips bagus dari pakar mindfulness dan psikiater, Dr.
Judson Brewer tentang bagaimana untuk tetap kalem ditengah situasi yang ruwet.

Bagaimana sih cara kerja otak saat stress?
Ketika kita sangat stress atau cemas, kemampuan berpikir otak kita menjadi offline atau
terputus, lalu masuk ke dalam ‘mode bertahan hidup’. Informasi intelektual akan sulit
diproses, otak pun tidak menyimpan informasi baru karena Ia sibuk menyelamatkan diri. Saat
otak kita merasa aman, barulah kemampuan berpikir otak (pada korteks prefrontal) kembali
bekerja.

Kok mendadak ingin belanja besar-besaran ya?
Korteks prefrontal adalah area otak bagian depan yang berfungsi untuk berpikir sadar
(bernalar, berpikir logis, memecahkan masalah).

Awalnya saat kita di rumah, korteks prefrontal kita berfungsi dengan baik, sehingga kita
dapat membuat daftar belanjaan dan persediaan yang masuk akal. Ketika sampai di
supermarket, kita melihat banyak orang berlarian panik. Tanpa sadar kita sudah ikut-ikutan.
Situasi ini dinamakan ‘penularan sosial’ yang adalah penyebaran emosi dari satu orang ke
orang lain.

Setiap kali kita berhubungan dengan orang yang sedang gelisah, kita lebih rentan tertular
panik. Malahan penularan kepanikan di media sosial lebih tinggi, karena kita menghabiskan
banyak waktu di internet dan setiap scroll yang dilakukan, bagaikan bersentuhan dengan
seseorang.

Bagimana cara menghentikan kebiasaan menyentuh wajah?
Salah satu himbauan dari WHO untuk mencegah penularan Corona adalah dengan berhenti
menyentuh wajah. Nah, jika kita punya kebiasaan menyentuh wajah, kita bisa mulai dengan
meenyadari momen saat melakukannya. Ingatkan diri, bahwa menyentuh wajah bisa
berdampak buruk bagi kesehatan dan tidak bermanfaat. Dengan ini otak kita terstimulasi
untuk mencari perilaku yang lebih bermanfaat.

Menahan diri agar tetap tenang saat melihat yang lain panik
Salah satu trik sederhana saat menghadapi situasi panik adalah dengan merasakan pijakan
kaki kita. Ketika kita mulai sadar pikiran mulai tak terkendali, ingatkan diri “rasakan pijakan
kakimu.” Ini salah satu bentuk latihan mindfulness.

Bisa juga dengan fokus penuh merasakan sinar mentari, melihat daun dan pepohonan
di sekitar kita, juga mendengarkan kicauan burung selama 30 detik.

Kuncinya, fokus. Fokus hingga kita perlahan lupa akan rasa takut di dalam diri.

Lakukan Mindfulness

Ketahuilah cara kerja otak dan sadari bahwa kita sedang panik. Selanjutnya, lakukan teknik
mindfulness sederhana, seperti fokus mengolah napas dan sadar atau hadir utuh (mindful) di
saat ini. Kedua cara ini membantu pikiran kita berhenti berkutat dengan kekhawatiran atau
pemikiran buruk di masa depan.

Sudah banyak lho aplikasi mindfulness yang bisa digunakan untuk memfasilitasi praktik
sadar penuh. Aplikasi ini membantu kita memetakan pola kecemasan dan ketakutan, lalu
diganti dengan teknik mindfulness sederhana.

Bahkan berdasarkan 2 uji klinis pada aplikasi bernama Unwinding Anxiety, pelatihan
mindfulness berbasis aplikasi mampu menurunkan 57% kecemasan pada praktisi medis, dan
penurunan 63% pada orang dengan gangguan kecemasan umum.

Jika kita setiap hari konsisten melatih mindfulness, kita membangun “kekebalan mental” yang
baik untuk mengatasi stres, kecemasan, dan kepanikan.

Fokus pada hal yang lebih besar dan lebih baik
Sesungguhnya kita tidak sendirian dalam situasi ini. Inilah kesempatan untuk saling
membantu. Pada akhirnya, kita akan belajar bahwa kebaikan dan koneksi manusia adalah
cara terbaik untuk maju, tidak hanya sekarang, tetapi di masa depan.

Sumber: Anne Alexander/ Anxiety is Also Contagious. Here’s how to Calm Down/
www.mindful.org